Konflik Korea Tak Pengaruhi Riau


TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara belum mempengaruhi investasi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau (Disperindag Kepri) Syed Muhamad Taufik, Jumat (3/12/2010) mengatakan, pengusaha asal Korea Selatan yang menanamkan modalnya di Kepri belum mengeluhkan apa yang terjadi di negaranya.

“Investor asal Korea Selatan masih bertahan di Kepri,” ungkapnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri.

Syed mengemukakan, pengusaha Korea Selatan memiliki organisasi yang berkembang di Batam. Mereka telah mengembangkan industri elektronik, galangan kapal dan pariwisata di Batam dan Bintan.

Seluruh usaha yang digerakkan pengusaha Korea Selatan di Batam dan Bintan berjalan lancar. Beberapa pengusaha asal Korea Selatan juga menikah dengan warga Indonesia.

“Mereka merasakan masyarakat Indonesia yang ramah dan sopan seperti keluarganya,” ujarnya.

Ekspor Kepri ke Korea Selatan juga belum dipengaruhi konflik antara Korea Selatan dengan korea Utara. Korea Selatan masih menempati peringat ketiga sebagai negara tujuan ekspor migas dan nonmigas Kepri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), negara tujuan ekspor terbesar ketiga pada September 2010 adalah Korea Selatan dengan nilai 53,95 juta dolar AS atau sebesar 5,70 persen dari total ekspor Kepri.

Nilai ekspor ke Korea Selatan pada saat itu mengalami penurunan sebesar 26,65 persen dibanding ekspor Agustus 2010.

“Agustus 2010, Korea Selatan menempati urutan kedua tujuan utama ekspor migas dan nonmigas dari Kepri,” kata Kepala BPS Kepri Said Safri.

Nilai ekspor Kepri pada September 2010 mencapai 947,13 juta dolar Amerika atau mengalami penurunan sebesar 2,07 persen dibanding ekspor Agustus 2010.

Sementara bila dibanding dengan ekspor September 2009, ekspor September 2010 mengalami kenaikan sebesar 43,52 persen.

Ekspor migas September 2010 mencapai 221,47 juta dolar Amerika atau turun 16,49 persen dibanding Agustus 2010. Ekspor nonmigas September 2010 mencapai 725,66 juta dolar AS, naik 3,38 persen dibanding Agustus 2010.

Ekspor migas dan nonmigas dari Provinsi Kepri ke Singapura pada September 2010 mencapai 558,82 juta dolar Amerika, naik 16,96 persen dibanding satu bulan sebelumnya. Singapura merupakan negara tujuan ekspor dari Kepri.

Negara tujuan ekspor terbesar kedua ditempati Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 55,00 juta dolar Amerika atau sebesar 5,81 persen dari total ekspor Kepri pada September 2010.

Nilai ekspor ke Amerika Serikat pada saat itu juga mengalami kenaikan sebesar 38,86 persen dibanding ekspor pada Agustus 2010.

Perang antara Korea Selatan dan Korea Utara akan mengganggu perekonomian kedua negara, yang berimbas pada pertumbuhan ekspor yang dilakukan beberapa perusahaan di Kepri.

“Namun BPS Kepri belum dapat menyajikan berapa besar penurunan ekspor ke Korea Selatan, karena konflik tersebut baru-baru ini terjadi,” ujar Said.

Selengkapnya BloggerMalas.com PIPES

Popularity: 1% [?]

Postingan Terkait

Berlangganan Via E-mail Silahkan Masukan email anda di bawahj ini, setiap ada update artikel maka secara otomatis artikel sudah inbox di email anda:

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

Spam Protection by WP-SpamFree

Powered by Yahoo! Answers

eXTReMe Tracker